HALMAHERA SELATAN, Nalarsatu.com – Perayaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah membawa peningkatan konsumsi listrik di wilayah kerja Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Saketa, Kabupaten Halmahera Selatan. Meningkatnya aktivitas masyarakat selama momentum keagamaan tersebut menyebabkan beban listrik naik dibandingkan hari-hari biasa. Meski demikian, PLN memastikan pasokan listrik tetap aman dan mampu memenuhi kebutuhan pelanggan.

Kepala ULP PLN Saketa, Muhamad Munir, mengatakan bahwa pada hari-hari normal beban listrik di wilayah Saketa berada pada kisaran 1.100 kilowatt (KW). Namun saat Hari Raya Iduladha, angka tersebut meningkat hingga mencapai sekitar 1.200 KW.

Menurut Munir, kenaikan beban listrik tersebut merupakan fenomena yang lazim terjadi pada momen hari besar keagamaan. Aktivitas rumah tangga yang meningkat, penggunaan peralatan elektronik, penerangan tambahan, hingga berbagai kegiatan sosial dan keagamaan yang berlangsung di masjid maupun lingkungan masyarakat turut mendorong naiknya kebutuhan energi listrik.

“Alhamdulillah, meskipun terjadi peningkatan beban listrik pada momentum Iduladha, sistem kelistrikan di wilayah Saketa masih mampu beroperasi dengan baik dan tetap stabil. Kami terus melakukan pemantauan agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal,” ujar Munir.

Ia menjelaskan, saat ini pasokan listrik di wilayah Saketa ditopang oleh Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dengan daya mampu mesin mencapai 1.830 KW. Dengan kapasitas tersebut, PLN masih memiliki cadangan daya yang cukup untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi listrik yang sewaktu-waktu dapat terjadi.

Berdasarkan data yang dimiliki PLN Saketa, beban puncak selama Iduladha masih berada jauh di bawah kapasitas maksimal pembangkit. Hal ini menunjukkan bahwa secara teknis sistem kelistrikan masih dalam kondisi aman dan mampu memberikan pelayanan yang memadai kepada masyarakat.

Meski demikian, Munir mengingatkan bahwa peningkatan kebutuhan listrik masyarakat dari tahun ke tahun merupakan tantangan yang harus diantisipasi sejak dini. Pertumbuhan jumlah pelanggan, meningkatnya penggunaan perangkat elektronik, serta berkembangnya aktivitas ekonomi masyarakat menjadi faktor yang mendorong kebutuhan energi listrik terus bertambah.

“Kalau melihat tren yang ada, kebutuhan listrik masyarakat terus mengalami peningkatan. Ini menjadi indikator bahwa aktivitas ekonomi dan kebutuhan rumah tangga semakin berkembang. Karena itu, penguatan sistem kelistrikan harus terus dilakukan agar mampu mengimbangi pertumbuhan tersebut,” katanya.

Munir juga menyoroti kondisi infrastruktur pembangkit yang saat ini digunakan. Menurutnya, pembangkit yang ada membutuhkan perhatian lebih untuk menjawab kebutuhan jangka panjang. Kendati demikian, PLN tetap berkomitmen menjaga keandalan pelayanan dengan melakukan pemeliharaan rutin serta pengawasan berkala terhadap seluruh unit pembangkit yang beroperasi.

“Kalau bicara kebutuhan jangka panjang, tentu ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian bersama. Namun yang terpenting saat ini adalah bagaimana kami tetap menjaga agar pasokan listrik kepada masyarakat tetap stabil dan tidak mengalami gangguan yang berarti,” jelasnya.

Selain pembangkit, faktor infrastruktur pendukung juga menjadi perhatian PLN. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah kondisi akses jalan menuju fasilitas kelistrikan yang masih perlu ditingkatkan. Infrastruktur jalan yang baik dinilai sangat penting untuk memperlancar mobilisasi petugas maupun distribusi peralatan ketika dilakukan perbaikan dan pemeliharaan.

“Target dan harapan kami ke depan adalah adanya peningkatan akses jalan menuju fasilitas kelistrikan serta penguatan jaringan distribusi. Dengan infrastruktur yang lebih baik, maka pelayanan kepada masyarakat juga akan semakin maksimal,” ujar Munir.

Sejak menjabat sebagai Kepala ULP PLN Saketa pada Desember lalu, Munir mengaku terus melakukan evaluasi terhadap kondisi sistem kelistrikan di wilayah kerjanya. Berbagai langkah pengawasan dan pemeliharaan rutin dilakukan guna memastikan seluruh mesin pembangkit dapat beroperasi secara optimal.

Ia menyebutkan bahwa hingga saat ini kondisi mesin pembangkit masih dalam keadaan normal. Tim teknis PLN juga secara berkala melakukan pemeriksaan terhadap komponen-komponen penting guna mencegah potensi gangguan yang dapat mengganggu pelayanan kepada pelanggan.

Menurutnya, keberhasilan menjaga stabilitas pasokan listrik selama perayaan Iduladha merupakan hasil kerja keras seluruh petugas PLN yang tetap siaga selama masa libur. Mereka terus memantau kondisi sistem kelistrikan untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dan aktivitas hari raya dengan nyaman.

“Kami mengapresiasi seluruh petugas yang tetap siaga selama perayaan Iduladha. Komitmen mereka menjadi bagian penting dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan sehingga masyarakat dapat menikmati layanan listrik tanpa kendala yang berarti,” katanya.

Dengan daya mampu mesin mencapai 1.830 KW dan beban puncak sekitar 1.200 KW, PLN Saketa masih memiliki cadangan daya yang cukup besar. Namun demikian, peningkatan kualitas infrastruktur, penguatan jaringan distribusi, serta pengembangan sistem kelistrikan tetap menjadi kebutuhan penting untuk mendukung pertumbuhan wilayah dan meningkatnya kebutuhan energi masyarakat di masa mendatang.

PLN berharap dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat, agar upaya pengembangan infrastruktur kelistrikan dapat berjalan lebih optimal. Dengan demikian, pelayanan listrik yang andal, aman, dan berkelanjutan dapat terus dirasakan oleh seluruh masyarakat di wilayah Saketa dan sekitarnya.

(Red)